Sambutan Hangat untuk Inovasi Plastik yang Bisa Dimakan Karya Anak Negeri

Sambutan Hangat untuk Inovasi Plastik yang Bisa Dimakan Karya Anak Negeri

Sambutan Hangat untuk Inovasi Plastik yang Bisa Dimakan Karya Anak NegeriProblematika yang dibawa plastik cukup meresahkan. Terutama saat limbahnya sampai ke laut. Untuk itulah, inovasi plastik yang bisa dimakan menjadi sorotan tersendiri. Penemuan inovasi ini digagas oleh perusahaan berbasis eco-technology yang bernama Avian. Berkat inovasi terbaru ini, Avian mendapatkan kehormatan sebagai wakil Indonesia dalam pertemuan festival industri kreatif di Austin. Luar biasa!

Bahan plastik pada umumnya disusun oleh polimer karbon yang sangat sulit diuraikan. Jadi, saat limbah mengendap di laut yang menjadi korban tentu saja para binatang laut. Sementara binatang laut jumlahnya lebih banyak daripada seluruh makhluk di daratan. Apabila sampai ke lokasi wisata tentu saja bisa mengotori keindahan terumbu karang. Apa dampaknya saat terumbu karang telah tercemar?

Ikan-ikan pun enggan bermain di terumbu karang lagi. Belum lagi ada potensi limbah plastik yang mengandung racun saat dimakan. Ikan-ikan tidak mau tahu saat mereka kelaparan. Mereka yang menyantap plastik kemungkinan mati atau terinfeksi penyakit lebih tinggi. Kalau sudah begitu, lautan di Indonesia kurang indah lagi. Sementara untuk mengembalikan keindahannya perlu waktu lebih lama.

Dari sebuah jurnal yang diterbitkan oleh Science menyatakan, bahwa Indonesia masuk peringkat 2 besar kategori penghasil sampah plastik terbanyak di dunia. Peringkat pertama diduduki oleh China. Tentu saja ini bukan prestasi, melainkan bahan renungan bersama. Bagaimana mungkin Indonesia yang sangat indah ini dikotori oleh limbah plastik? Bahkan menyaingi negara industri super maju seperti China?

Hampir dalam segala bidang, peran plastik sangat intim. Kemasan kecil hingga besar umumnya menggunakan plastik. Ada pula yang rutin dijadikan sebagai pembungkus gorengan. Padahal plastik berwarna hitam merupakan hasil dari daur-ulang. Jadi sama sekali tidak higenis kalau dipakai untuk membungkus makanan yang siap santap.

Kemunculan plastik yang mudah terurai dan mudah dimakan seakan jadi oase di tengah keringnya inovasi di bidang perplastikan. Plastik ini disebut juga bioplastik. Bahan-bahannya sama sekali tidak berbahaya. Hanya dengan berbahan singkong, maka menjelmalah sebagai kantong plastik yang siap digunakan. Saat ditarik-tarik, produksi kantong plastik ini mampu menyaingi kebandelan plastik biasa.

Uniknya, bioplastik ini mudah larut saat dicampur dengan air dingin maupun air panas. Saat diminum, tidak ada dampak yang berarti karena memang bahan dasarnya dari singkong. Jadi, pada waktu bioplastik dibuang, maka hanya dalam waktu beberapa bulan saja ia sudah terurai dengan tanah. Jauh lebih praktis ketika berbawa arus laut. Binatang pun pasti suka. Jadi kematian yang tak diinginkan bisa dihindari.

Sudah selayaknya pemerintah selalu mendukung inovasi karya anak negeri. Bukan tidak mungkin inovasi bioplastik ini akan tersebar daerah-daerah. Lahan-lahan yang liar pun bisa ditanami dengan singkong ketika permintaan produksi bioplastik meningkat. Bisa jadi, inilah sinyal bagus untuk membuat lahan tak terpakai menjadi lahan produktif. Sebab, singkong itu jenis tumbuhan yang paling mudah hidup, lho.

Read Another Post :